Special Thanks to …

Fabiayyi aalaa irabbikumaa Tukadzibaan (Q.S. 55)

Postingan ini adalah jawaban untuk postingan terakhir saya yg sok berteka-teki.

Alhamdulillah, saya tak pernah menyangka kalau langkah menuju salah satu impian saya tercapai dengan jalan yg tak pernah saya duga dan kira sebelumnya. Siapa yg mengira, saya yg biasa ini mendapatkan kesempatan yg terlalu istimewa. 

Perjalanan ini dimulai dibulan Januari, saya yg ditawari pekerjaan oleh salah seorang dosen dan membuat saya berpikir berkali-kali untuk menerima atau bahkan membiarkan rejeki itu berlalu didepan mata dan sempat sekilas saya ceritakan disini. Akhirnya saya terima dengan kalimat beliau “Kita coba sebulan dulu ya kalau memang gak sesuai, gak lanjut lagi juga gpp”. Dan disanalah saya, nyaris dipenghujung bulan Januari tepat tanggal 24 hari Selasa. Menempuh perjalanan dengan kereta api pertama dari Binjai pukul 05.40 dan mengharuskan saya sudah bangun pukul 04.15, dilanjutkan dengan angkutan umum sekitar 15 menit dan tibalah saya disatu tempat yg beberapa tahun sebelumnya banyak memberikan kisah dalam kehidupan saya. 

Kampus, masih tetap sama seperti 4 tahun yg lalu, meski banyak perubahan disana-sini tapi tempat ini selalu memiliki letak tersendiri dihati saya. Pertemuan pertama kala itu membuat saya canggung dan grogi parah, meski sebelum masuk ke ruangan beliau, saya sudah dicegat mbak Satpam, ditanya berbagai macam hal, dan saya menjawab dengan terbata (hari-hari selanjutnya saya dengan mudahnya masuk ke ruangan beliau tanpa harus diberhentikan di pintu depan dan mengenakan tanda pengenal “TAMU”). Perkenalan formal, dilanjutkan dengan cerita pengantar yg mengalir. Sepertinya hari itu saya memberikan kesan pertama yg baik πŸ˜†. Pertemuan selanjutnya dijadwalkan. Materi-materi baru dipaparkan, dan dalam kegiatan ini seharusnya saya yg berkewajiban membayar beliau karena telah mengaktifkan kembali kepasifan yg saya biarkan atas ilmu yg saya dapatkan. 

Minggu-minggu awal pertemuan, saya sempat merasa kelelahan, dengan tempo pertemuan yg berderet, materi yg terkadang sering saya kerjakan mepet, sebab setelah bertemu beliau saya harus kembali ke kota Binjai untuk mengajar dengan jadwal kota yg berbeda-beda. Dan dibulan pertama ini pula saya pernah nyaris ingin menangis kelelahan, kesal dengan jadwal saya yg sepertinya acak-acakan. Bangun pukul 04.15, keluar rumah pukul 05.15 dan tiba di rumah sudah pukul 19.00. Pergi gelap, pulang pun tetap gelap. Begitu tiba di rumah udah kelelahan parah. Banyak hal yg berubah dikehidupan saya saat itu (gak sempat ngblog apalagi blog walking, daftar bacaan webtoon menumpuk bahkan sampai gak sadar kalau ada salah satu komik favorit saya udah tamat, paket internet saya bertahan lama sebab jarang dipakai). Ditambah dengan kenyataan kalau saya harus tetap mengerjakan slide untuk pertemuan berikutnya, belum lagi kalau ide saya tak kunjung muncul bahkan dimenit akhir ketika mata saya meminta jatahnya untuk rehat (bahkan pernah saya dapat ide materi ketika diperjalanan kereta api Binjai-Medan dan dilanjutkan diruang tunggu beliau). Dari pernyataan ini kelihatan kan kalau saya lemah, mudah menangis, sebab nyatanya saya memang bukan tipe si pekerja sangat keras yg tahan banting bolak balik Binjai-Medan setiap hari.

Tapi itu cuma cerita dibulan pertama saja, lanjut dibulan kedua saya bahkan sudah sangat menikmati rimanya, mungkin juga karena saya sudah berdamai dengan rutinitas yg menyita banyak waktu saya dijalanan. Setiap kalinya saya jalani dengan senang, meskipun materi kepepetnya masih pernah saya terapkan (I’m so sorry Sir πŸ˜…). Bahkan saat dibulan April beliau menjedakan kegiatan ini sejenak sebab ada kunjungan kerja ke Luar Negeri, saya sempat diselipi rasa rindu. Rindu dengan aktifitas berburu waktu, rindu desak-desakan di kereta api, rindu berbagi dan memberi ilmu. Dan kerinduan sederhana itu pernah saya posting diakun instagram saya. 

Mengenal beliau dalam kurun waktu yg singkat membuat saya cukup banyak mendapat pembelajaran berharga. Kesederhanaan, kebaikan, kedermawanan adalah beberapa poin yg mungkin bisa mewakili beliau dari sudut pandang saya. Saya masih ingat kala itu saat diskusi kami sedang berlangsung dan salah satu stafnya masuk membawakan beberapa berkas untuk ditandatangani tetapi ada salah satu berkas yg ternyata belum mendapatkan tandatangan penuh oleh beberapa orang yg secara jabatan berada dibawah level beliau dan itu menandakan kalau sebenarnya beliau seharusnya mencantumkan tandatangan paling akhir, tapi bagi beliau itu bukan masalah besar, “Mudahkan lah urusan orang lain, insyaAllah Allah akan memudahkan urusan kita”. Kalimat sederhana yg begitu mengena.

Dan saya bersyukur sebab dikenalkan dengan beliau, ditawari kesempatan yg mahal, diberikan langkah untuk menggapai salah satu mimpi yg sejak 2015 saya umumkan kepada diri bahwa nanti akan ada masanya ketika saya akan belajar lagi.

Mimpi yg saya tuliskan dilemari pakaian sejak akhir 2015 untuk menyulut semangat agar tak pernah padam

Dan insyaAllah salah satu keinginan saya ditahun ini akan segera terwujud, meskipun dipostingan kaleidoskop ini saya hanya berharap lulus minimal diseleksi tahap awal, nyatanya Allah punya rencana yg lebih baik lagi, walaupun bukan beasiswa luar negeri tapi melanjutkan studi gratis adalah salah satu mimpi saya kan 😁

Menanti hasil ini aja buat saya galau dipostingan sebelumnya

Entah kenapa ke-alay-an masih menghampiri saya. Menanti pengumuman ini adalah salah satu buktinya. Setelah di-php 2 kali alias waktu pengumuman yg ditunda, dijadwal awal itu tanggal 29 Mei, diundur menjadi tanggal 10 Juni dan kembali diundur ke tanggal 12 Juni, membuat saya tak sabaran dan uring-uringan hingga menelurkan postingan sok berteka-teki. Alhamdulillah hasilnya membuat saya lega. 

My two awesome men 😍 my left side : Rector State Islamic University of North Sumatera, my right side : Vice Dean of Tarbiyah Faculty and Teachers training

Jadi ini awal cerita saya untuk jejak kehidupan yg semoga lebih baik lagi. 4 tahun jeda kuliah dan perjuangan baru akan dimulai. Semoga saya semakin kuat dan tangguh yaa dengan waktu saya yg pasti akan semakin penuh kesibukan 😊

Advertisements

10 Comments Add yours

  1. Selamat yaaa, semoga barokah

    1. siperibiru says:

      InsyaAllah mba, aamiin.
      Mkasi mba Ida 😘

  2. nyonyasepatu says:

    Huaaa selamat yaaaa

    1. siperibiru says:

      Makasi yaa mba Non 😘

  3. Huaaa.. turut berbahagia kak.. jadi ini toh yg lagi ditunggu-tunggu.. hihi.. pasti senang banget deh salah 1 impian kakak terwujud.. Alhamdulillah.. sesungguhnya di balik kesabaran akan ada hadiah dari Allah yang tidak disangka-sangka.. Dan.. menurutku nangis itu bukan berrt kita lemah kak, justru itu membuat kita kuat! Strong! Buktinya lama kelamaan rutinitas itu bukan hanya dijalani bahkan dinikmati. Jadi Kak Tika, dan aku juga, musti semangat! Hehehe.. Sukses terus kakak πŸ˜™

    1. siperibiru says:

      Ameeelll, makasi yaaa 😘 superb happy 😍 iya Mel, sungguh kkak gak menyangka bisa semudah ini, smoga kedepannya juga slalu diberi Allah kemudahan ya, utk Amel jg. Kamu ttap smangat yaa Mel 😘😘😘

      1. Aamiin kak Tika πŸ˜™πŸ˜˜πŸ˜š Semangat! πŸ˜†

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s