Perihal Jodoh

Jodoh itu misteri seperti hal nya maut. Tak ada satu pun makhluk yg mengerti bahkan mengetahui bagaimana pola jodoh bekerja. Ada yang menjalin ikatan bertahun-tahun tapi tak jua kunjung ke pelaminan, ada pula yg baru saja dikenalkan sudah berani mengambil langkah kejelasan. Ada yg berharap-harap segera bertemu pasangan, nyatanya sampai sekarang belum kunjung datang. Ada pula yg santai seperti tak ada beban eh esoknya malah sudah akan dilamar. Misteri jodoh memang tak akan ada habisnya jika ditilik dari kisah-kisah roman yg ada, bahkan orang terdekat kita bisa saja pernah mengecup kisah perjalanan jodoh yg tak disangka.

Ingatan saya kembali terlempar pada kejadian 6 tahun silam, saat saya dan seorang teman mengikuti rangkaian kegiatan perekrutan salah satu organisasi intra kampus. Organisasi yg memang ia idamkan akan menjadi salah satu bagian didalamnya dan saya turut serta sebab ingin menambah pengalaman. Ada satu kegiatan dimana kami calon anggota diharuskan untuk menginap satu malam sebagai salah satu ujian penyeleksian. Saya yg sudah mengantongi izin dari orang tua merasa tak sabaran menunggu malam penyeleksian, tapi kegembiraan saya sekejap sempat terhapuskan karena pesan singkat yg masuk dari si teman yg saya sebutkan di awal. Dia membatalkan keinginannya, hanya mengabarkan kalau ia tak bisa menjalani tahap selanjutnya, tak dapat izin menginap katanya, yg dengan perjalanan waktu akhirnya saya mengetahui bahwa ia sedang menjaga perasaan seseorang sehingga ia harus merelakan mengubur salah satu mimpinya. Tak ikut seleksi, batal masuk organisasi.

Saya memang tak cukup dekat mengenal si teman, tapi bukan berarti hanya mengenal selintas saja. Ada banyak kisahnya yg saya ketahui tapi seiring waktu dan jarak yg melebar, ada banyak pula kisahnya yg saya lewatkan. Saya paham bagaimana ia harus memperjuangkan kisah yg ingin ia teruskan hingga ajal menjelang, meski belum juga ada anggukan dari keluarga pasangan. Bertahun-tahun mereka merajut kisah terpisah kota, beda provinsi, tapi restu tak jua didapat. Ah, mungkin mereka masih butuh lebih banyak usaha atau restu hanya perihal waktu saja. Namun nyatanya saat kisah itu menginjak usia ke 4 menuju 5 tahun, ada banyak pergolakan yg saya ketahui, rinaian air mata yg dilalui bahkan perasaan yg tersakiti. Tapi cinta itu membutakan bukan? Bukan cinta namanya jika tak bisa diperjuangkan, tak melampui batas nalar dan tak bertaruh siang malam. Dan teman saya tetap melanjutkan kisah cintanya meski saya tahu banyak kepingan hati yg sudah mulai luruh dimakan jarak, banyak tetesan yg dicurahkan hanya untuk satu ikatan.

5 tahun 3 bulan usianya, saat hari kelulusan kami tiba. Sang kekasih datang menemani si wanita pujaan. Bahagia tak terperi jelas terpancar di wajah teman saya. Ketika si pria datang membunuh jarak dari ibu kota negara menuju ibu kota provinsi kami. Teman saya girang bukan kepalang, ia datang, ya lelakinya datang dihari yg ia nantikan setelah lama tak melihat fisik hanya mampu bertukar kabar via gelombang ciptaan manusia. Satu mimpi lagi kembali dibangun si wanita, saat ia terbang ke ibu kota negara, jamuan makan malam dengan nuansa penuh cinta yg ternyata malah menyisakan luka. Hubungan mereka kandas, bertahun-tahun bersama tetap tak bisa mengubah takdir, sebab ia bukan lelaki yg tepat, teman saya butuh waktu yg cukup lama sembuh dari luka, bangkit dari trauma.

Terlalu mahal harga yg dibayar untuk sebuah luka, hingga teman saya nyaris tak bisa lagi percaya bahkan mencoba membangun kisah baru pun agaknya ia sulit mencoba. Ah, 2 tahun perhitungan saya, hingga ia bercerita bahwa saat ini sudah ada pria yg katanya bersedia menawar luka. Ia membuka hatinya sebab ia sadar hidup akan terus berjalan meski luka masih tetap menganga. Mempercayai lelaki pembawa cinta membuat ceria kembali menghiasi wajahnya, edelweis si lambang keabadian malah menawarkan perpisahan. Tuntas. Untuk sebuah kisah yg pondasinya pun belum kokoh menyangga, tapi pengorbanan teman saya tak usah la dijelaskan dalam cerita.

Ia wanita yg tangguh bukan? Saat akhirnya ia kembali membuka hati untuk pria baru yg dikenalkan kepadanya. Tak ada salahnya mencoba. Meski awalnya banyak penolakan yg ia ajukan, berbagai macam alasan ia lontarkan, tapi si pria tak bergeming tetap diam pada titik awal, sebab ia bukan menjanjikan kepalsuan, ia membawa banyak mimpi dan harapan yg katanya untuk kebahagiaan. Saya sedikit melewatkan kisah ini, sebab saat si teman menuliskan kisah barunya, kami belum sempat bertemu dan berbagi rasa. Dan ketika malam itu saya menjelajah dilamannya, saya menemukan satu kabar bahagia, kabar yg membuat saya tak hentinya bersyukur, kabar yg menceritakan bahwa teman saya akan segera terikat pada satu lelaki dewasa yg semoga tak akan memberinya luka. Malam itu saya meyakini bahwa saya dapat merasakan kebahagiaan orang lain hingga saya meneteskan air mata meski bukan saya pemerannya.

Teruntuk teman yg saya kenal saat perkuliahan yg ternyata kita satu kampung halaman, terimakasih telah mengizinkan saya menuliskan kisah mu yg bagi saya memberi banyak pembelajaran kehidupan. Saya turut bahagia untukmu dan semoga ia lelaki yg telah membawa orang tuanya malam itu adalah pria yg tulang rusuknya telah kau bawa pergi dan harus kau satukan kembali dalam ikatan suci.
Aku bahagia untukmu.

image
Seharusnya kami diospek bersama malamnya
image
Mba Ucie, akhirnya 😍
image
Abang, jaga hati teman saya ya jangan retakkan
image
Bahagia untukmu Mba Ucie 😍😘
Advertisements

27 Comments Add yours

  1. Bang Ical says:

    Semoga kakak lekas menyusul 😊

    1. siperibiru says:

      Aamiin ya robbal’alamiin
      Doa yg sama utk bang Ical juga 😊

      1. Bang Ical says:

        Hmm .. Aamiin πŸ˜…

  2. Agik says:

    so swiiiiiiiiiit (hysterical screaming) ~~

    1. siperibiru says:

      Semoga Agik juga dipermudah dalam hal jodohnya yaa, jangan sedih2 lagi 😘

      1. Agik says:

        hiks
        aaamiiiin {}

  3. adhyasahib says:

    Selamat untuk Uchie, semoga lancar sampai akhir πŸ˜‰

    1. siperibiru says:

      Aamiin, makasi mba Adhya 😊

  4. In the end. . . . *nyanyi bahagia* πŸ˜ŠπŸ˜„

    1. siperibiru says:

      Iya Val semua perjuangannya ku rasa sudah terbayar lunas πŸ˜€

      1. Tuhan emang nggak tidur dan nggak pilih kasihπŸ˜‡πŸ™†

  5. Selamat buat Ucie, semoga nular ke kamu ya, biasanya gitu sih bakal nular ke temen sendiri 😎😎

    1. siperibiru says:

      Aamiin ya robbal’alamiin doa yg baik utk mba Annisa juga yaa 😘

  6. winnymarlina says:

    sama persis dengan cerita temanku kka dia pacaran 8 thn sempat galau dia eh rupanya nikah duluan

    1. siperibiru says:

      Temen aku yg ini pacaran 6thn tapi jdohnya dgn org lain mba Win 😁

  7. Semoga kak tika cepat nyusul.. aamiin *eh semoga kak uci teman kak tika dilancarkan prosesnya maksudnya.. hihihi~ ^^v

    1. siperibiru says:

      Aamiin ya robbal’alamiin
      Doa yg baik harus d aamiin kan yaa kn deek πŸ˜‰πŸ˜‰

      1. Betul betul betul kak tika πŸ˜ŠπŸ˜‚πŸ˜† *alaalaupinipin

  8. suciwidari says:

    Aaakkk.. Tika. Gak bisa becakap aku baca ini.
    Terharuuuu…😭

    1. siperibiru says:

      Aku padamu uciee 😘
      Jgn sedih2 aah kan udh ada abg itu πŸ˜‰

      1. suciwidari says:

        Hehe.. iya ka. Ga sedih kok, cuma terharu😘

  9. penulismalas says:

    Ahhh jodohku… masih misteri juga Tikk.. beteweh congrats buat mba Ucii-nyaa hehe

    1. siperibiru says:

      Asti bukannya kemaren kamu sempat pengen buat postingan tentang nikah ya? Atau aku yg salah ingat yaa.

      1. penulismalas says:

        Wkwkwk, masak sih Tikaa.. aku sampe lupaa.. beneran.. tolong ingatin lagi Tikk T_T

  10. mba saya mau komen ke tulisannya aja deh.. bisa agak digedein lagi ga mba tulisannya kasian yang matanya udah ga bagus hihii
    cepet nyusul ya πŸ™‚

    1. siperibiru says:

      Makasi masukannya mas, iya sejak 4 tahun yg lalu blog nya belum pernah ganti baju ni, nanti segera aku ganti temanya yg menyejukkan mata yaa

  11. Semoga Lekas menyusul

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s