Penghujung Juni

Penghujung Juni ya? Tak ada cerita, tak ada tulisan, karena lagu lama, malas lebih menguasai badan!

Duhai Juni, entah kenapa jadi begini, perasaan gila merajai, buat susah diri. Juni, tak tahu kah kau bahwa aku dulu yg sok berusaha menghindari? Toh malah sekarang akhirnya aku yg jatuh sendiri. Dalam permainan yg kuciptakan untuk hahahihi. Dan sekarang aku terseret tak bisa henti.

Juni, ternyata banyak hal yg kulalui dibulanmu ini. Dari hal aneh tapi ku sukai sampai hal yg buat pusing sendiri -_-

Juni sayang, dibulanmu ini juga kami mulai berpuasa Ramadhan. Rasanya susah untuk melawan keinginan, tapi yah harus sadar diri kan, tak mungkin merusak ibadah bulan suci? Juni, jika boleh dijabarkan, untuk setiap keinginan atau pun harap rapat yg tak mungkin ku dapat, aku sungguh tak ingin ada akhir, meski tahu bahwa nanti akan tetap kembali pada satu titik awal yg menyisakan tangisan di pojokan kamar. Juni, saat ini hanya satu kata yg terlintas di angan, ‘andai’, ya andai. Andai saja, andai begini, andai begitu. Aah tak boleh berandai andai kan yaa.

Hei Juni, kemarin diklat kedua juga terjadi bulan mu. Banyak cerita memang kan? Tapi dasar malas menuliskan! Rasanya baru saja mengisahkan diklat pertama disini eh sekarang udh merasakan lagi yg namanya diklat. Dan tetap saja dibantu si penolong baik hati 🙂

Juni, terimakasih utk ceritanya bulan ini. Meski tak ada 1 postingan pun untuk mengulang kembali setiap memori tapi entah kenapa kali ini aku mengingat setiap detilnya di hati

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s