Anak dan Kehidupan

Bingung mau nulis dari mana, mulai dari kata apa, tapi keinginan saya utk menulis tentang wacana anak ini benar-benar harus dituangkan, idenya seolah-olah melompat keluar meski susah utk dinarasikan 😀

Anak, satu kata yg pasti memiliki persepsi berbeda di setiap kepala. Saya suka anak-anak, bagi saya anak-anak itu seperti kertas kosong yg butuh berbagai warna utk menghiasinya. Saya suka ketika saya menyapa seorang anak lantas dia membalas tersenyum manis, atau saya akan merasa lucu ketika seorang anak yg saya sunggingkan senyum manis malah mengkerut ketakutan. Bagi saya, anak selalu memiliki dunianya sendiri. Dunia yg ingin dia ciptakan tanpa campur tangan orang luar, dunia yg dianggapnya selalu benar, dunia yg terkadang orang lain tak pernah fikirkan.
Ya, saya juga seorang anak, yg selalu punya pola utk hidup saya sendiri, yg kerap membuat orang tua saya menggeleng tak mengerti. Saya pun seorang anak, yg tetap kekeuh dengan dunianya meski terkdang orang mengusik dengan kalimat nakal. Saya memang seorang anak, yg meski sudah berapa kali dijabarkan, saya tetap tak ingin berubah pendirian tentang apa yg saya inginkan.

Banyak kisah tentang anak yg saya dengar. Tentang anak yg selalu disalahkan meski ia telah melakukan sperti apa yg diinginkan. Tentang anak yg selalu merasa bersalah karena tak kerap sesuai harapan. Tentang anak yg selalu menutupi kesalahan hingga akhirnya ia tak tahan dan harus menceritakan kepada dunia luar. Tentang anak yg tetap berusaha diluar batas kemampuan. Tentang anak yg selalu dituntut menjadi yg seperti apa yg tak pernah ia inginkan. Bahkan tentang anak yg sering merasa dibandingkan.

Saya tak tau akan bagaimana nantinya jika kelak saya menjadi orang tua, saya pun tak dapat mengimajikan akan seperti apa pola pendidikan yg akan saya ciptakan. Tapi terlepas dari konsep pengaturan, saya ingin anak saya nantinya menjadi seperti apa yg dia inginkan, meskipun nanti saya harus berkorban keinginan. Toh seperti kalimat seseorang, tak ada anak yg menginginkan dirinya dilahirkan. Orang tuanya lah yg menginginkan hal itu, meminta, berusaha, agar diberi keturunan, seharusnya jika menerapkan konsep itu tak akan ada pemaksaan kehendak pada anak, tak ada tuntutan keinginan yg harus dicapai anak, tak ada kekangan kebebasan terhadap anak.
Atau jika boleh saya mengutip syair seorang terkenal tentang anak yg memang selalu menggelitik utk ditafsirkan 🙂

Anakmu Bukan Milikmu
-Kahlil Gibran

Anak-anakmu bukanlah anak-anakmu
Mereka adalah anak-anak kehidupan yang rindu akan dirinya sendiri
Mereka dilahirkan melalui engkau tapi bukan darimu
Meskipun mereka ada bersamamu tapi mereka bukan milikmu

Pada mereka engkau dapat memberikan cintamu, tapi bukan fikiranmu
Kerana mereka memiliki fikiran mereka sendiri
Engkau bisa merumahkan tubuh-tubuh mereka, tapi bukan jiwa mereka
Kerana jiwa-jiwa itu tinggal di rumah hari esok, yang tak pernah dapat engkau kunjungi meskipun
dalam mimpi

Engkau bisa menjadi seperti mereka, tapi jangan coba menjadikan mereka sepertimu
Kerana hidup tidak berjalan mundur dan tidak pula berada di masa lalu

Engkau adalah busur-busur tempat anakmu menjadi anak-anak panah yang hidup diluncurkan
Sang pemanah telah membidik arah keabadian, dan ia merenggangkanmu dengan kekuatannya, sehingga anak-anak panah itu dapat meluncur
dengan cepat dan jauh.

Jadikanlah tarikan tangan sang pemanah itu sebagai kegembiraan
Sebab ketika ia mencintai anak-anak panah yang terbang, maka ia juga mencintai busur teguh yang
telah meluncurkannya dengan sepenuh kekuatan.

°°°
Untuk saya di masa depan, bagaimanapun kelak kehidupan, tetaplah ingat bahwa anakmu selalu memiliki keinginan, meski terkadang diluar pemikiran, tetap bantu ia mewujudkan, karena kau pernah menjadi seorang anak yg punya berjuta impian, ingatlah anakmu tak butuh kekangan, hanya butuh didikan serta arahan, agar ia tak lari dan tersesat dari permainan kehidupan 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s