Orang ke 3

Wacana orang ke tiga atau istilah anak gahol jaman sekarang PHO alias Perusak Hubungan Orang, pertama kali saya kenal saat masih berseragam putih biru, ketika saya masih lucu dan imutnya πŸ˜€ saya juga gak pernah menyangka kalau saya ternyata kerap menjadi orang ketiga di beberapa hubungan teman dekat saya. Entah saya yg terlalu polos bin lugu atau karena saya yg terlalu nyaman bermain dengan pacar-pacar mereka. Ahahaaha.

Kasus pertama terjadi ketika saya masih di kelas 2 SMP, saat itu ada salah satu teman lelaki saya yg berulang kali bilang suka lah, sayang lah dan saudara-saudaranya itu, dan jawaban saya selalu sama setiap kalinya. Si lelaki ini pun tak kerap bosan merecoki saya padahal saya udah kesal maksimal saat itu. Namapun anak kecil yg sok main cinta-cintaan ya, berkali-kali bilang suka ke saya, berkali-kali itu pula dia jadian dengan perempuan lain πŸ˜€ Gongnya itu terjadi ketika dia jadian dengan salah satu teman saya, dulu si teman ini belum menjadi teman dekat saya seperti sekarang jadi ya manalah dia tau kalo lelaki yg mengajaknya main sayang2an itu gak pernah saya terima sama sekali, dia hanya mendengar kabar burung yg entah darimana asalnya kalau si lelaki itu kerap mengejar saya. Salah paham udah pasti lah ya, kala itu kan masanya cinta monyet yg membabi buta, mana lah perduli dengan penjelasan saya, didiamkan seketika, akhirnya hubungannya berakhir dengan si lelaki. Alesannya? Jelas karena saya, cemburu buta! Butuh waktu yg tidak lama untuk teman saya itu mengetahui hal yg sebenarnya kalau saya memang tak punya perasaan apapun.

Kasus selanjutnya masih terjadi ditahun yg sama pula. Kali ini saya katanya menjadi orang ketiga di hubungan teman dekat saya kala itu. Saya yg gak berasa sama sekali kalo dimusuhi teman2 dekat ya gak ambil pusing lah ya. Sadarnya ketika hari ujian hampir tiba, di sekolah saya setiap ujian semester para siswa namanya akan di acak dan di gabungkan dengan tingkat kelas yg lain beserta rombelnya, jadi sehari sebelum ujian udah pasti setiap pintu kelas ramai dihinggapi para siswa untuk melihat lokasi ujiannya. Nah saat itu karena saya belum mengetahui dimana lokasi saya untuk ujian jadinya mengajak salah satu teman dekat menemani saya mengelilingi sekolah mencari lokasi, teman saya ini menolak dengan cara yg halus dengan alesannya, gak merasa tersinggung saya pun mencari teman yg lain utk bertanya kesediaannya, jawabnya? Tolakan lagi! Hingga kesemua teman dekat saya datangi tak ada satu pun yg mau menemani 😦 Sedih mendadak saat itu tapi saya tak berani banyak kata, akhirnya malah mencari nama sendirian dan langsung pulang setelahnya.
Setelah ujian berakhir disitu pula saya merasa persahabatan saya menemukan akhir 😦 saya yg saat itu gak tau menau hal apa yg membuat saya didiamkan semingguan tetiba dilabrak aja dong beramai2 oleh mereka. Di katakan beginilah begitulah beserta para kembarannya, sontak saja saya hanya bisa menangis seketika tanpa perlawanan, merasa kalau ternyata mereka hanya mengenal saya sekadarnya tanpa arti karena berani menuduhkan hal yg sama sekali tak saya lakukan. Menangis ya saat itu saya hanya bisa melakukan itu, pulang dengan mata sembab. Setelah kejadian itu sudah dipastikan lah hubungan baik saya dengan mereka hancur seketika. Saya nyaris kebingungan karena tak punya teman dekat, yg pada akhirnya mempertemukan saya dengan sahabat saya yg sekarang :’)
Cerita punya cerita ternyata teman saya itu dihasut oleh salah seorang teman yg memang kebetulan satu kelas saat kursus Bahasa Inggris dengan saya. Pacar teman saya itu merupakan teman dekat saya saat kursus, teman ketawa lah, teman cerita, teman contek2an bahkan lawan masalah nilai. Dulu sebelum teman saya jadian dengan si lelaki ini, saya digosipkan dekat dengan si lelaki, ya bukan sekedar gosip memang, karena kenyataanya juga memang sangat dekat. Lantas si teman yg sirik ini menghasut teman saya mengatakan hal yg aneh2 tentang saya selama ditempat kursus dengan pacarnya. Ya namapun kasusnya sama dengan yg di atas, cinta monyet membabi buta, terhasut aja donk dengan mudahnya. Kemudian si teman ini juga menceritakan hal yg senada pada teman dekat lainnya, gank dulu istilahnya, ya maka terjadilah insiden pelabrakan itu tadi, saya seorang diri dilawan 5 orang teman dekat sendiri. Persahabatan bubar, saya juga kehilangan teman hahahihi, ya si lelaki tadi juga menjauh, entah apa alasannya.
Ah ya, saya jadi teringat salah satu celetuk teman ketika kami sudah rukun kembali meskipun tak lagi erat, saat itu ketika pulang sekolah kami pulang beramai2, dan teman saya itu masih jadian dengan si lelaki, si teman asal ini menyerukan kalimat yg kurang lebih seperti ini, ‘enak lah ya ** istrimu ada dua, si **** dan tika, akur gitu dua2nya’. Maak, kalau yg dia hadapi saat itu adalah saya yg sekarang mungkin udah habis saya ajak bertengkar, sayangnya saat itu saya masih si Tika yg terlalu pendiam, mendengarkan celetukan asal begitu ya cuma bisa diam -_-

Kasus terakhir yg ingin saya bagikan terjadi ketika masa putih abu-abu. Masih kelas 1 lah, masih masa2 baru beradaptasi dengan sekolah dan teman2. Saat itu saya mempunyai seorang teman dekat lelaki, ya hanya sekedar teman tanpa perasaan lebih. Si lelaki ini hobinya suka menjahili saya ketika jam sekolah, yg mengejek fisik lah, yg suka menyembunyikan barang2 saya lah tapi anehnya selalu meminta jadi teman satu tim kalau ada tugas kelompok dan saya selalu mengiyakan. Kami juga mempunyai panggilan khusus satu sama lain, dan sekarang saya mulai berasa aneh, pantes aja pacarnya cemburu. Ahahaa πŸ˜€ kalau dia menyebut saya ‘pesek’ maka saya akan memanggil dia dengan sebutan ‘bile’. Dua kata itu masih melekat diantara kami hingga sekarang -_- jelas lah ya ejekannya main fisik sekali tapi malah tenar diseantero sekolah, hingga tak sedikit teman yg memanggil saya pesek saat itu, dan teman yg perempuan juga kerap memanggil si lelaki bile. Bile itu sendiri adalah singkatan dari bibir lebar πŸ˜€
Dulu saya dan lelaki ini hanya teman hahahihi tanpa ada rasa lebih sungguh. Ketika si lelaki ini jadian dengan salah satu perempuan yg lumayan ngehits semasa saya SMP hingga SMA (saya bersekolah di sekolah swasta yg dikelola yayasan, jadi ya udah pasti kebanyakan temannya itu lagi itu lagi), tingkahnya ke saya juga tak berubah sama sekali. Kami masih suka hahahihi, teriak2an, ejek2an dan dia juga tetap masih mau setim dengan saya bukan dengan pacarnya yg heitzz itu. Nah kemudian, si pacar ini tetiba cemburu dengan kedekatan antara saya dan si lelaki, padahal kala itu bukan hanya saya yg punya kedekatakan dengan si lelaki beberapa teman main saya juga dekat dengannya. Tapi ya dasarnya mungkin saya yg paling manis atau malah yg paling mencolok kedekatannya πŸ˜€ jadilah saya yg dilabrak oleh si cewe heitzz ini. Kejadiannya saat jam istirahat dan saya yg lebih memilih duduk cantik di kelas didatangi oleh cewe heitzz ini yg menyerbu dengan tiba2. Masa ini saya sudah tak sependiam saat SMP, saya sudah berani bersuara lah ya, saya lantas malah balik teriak2 dan mendorongnya, syukurnya tak ada kejadian tarik2an jilbab kala itu. Saya menjelaskan sebisanya kalau saya dengan pacarnya tak ada hubungan apa pun seperti yg ia duga. Tetap ngeyel tak percaya donk, merasa saya berbohong yasudah saya datangkan lah langsung pacarnya yg masih menikmati jam istirahat di kantin, setelah dijelaskan si lelaki barulah ia percaya serta malu2 meminta maaf. Selanjutnya? Gak lama hubungannya kandas katanya karena si lelaki merasa tak nyaman dengan tingkah si cewe ngeheitzz.

Sebenarnya berasa aib donk saya menceritakan hal memalukan ini disini, tapi secara blog ini juga sepi viewers jadi saya merasa aman untuk menuliskannya, sebagai salah satu pengingat lah ya jika seandainya nanti saya terlibat sebagai orang ke tiga (lagi), tapi kalau bisa tolong jangan Tuhan. Karena sungguh saya merasa dengan kasus2 ini pihak lelaki seperti diagung2kan cintanya sampai diperebutkan oleh para perempuan hingga menimbulkan pertengkaran -_-

Diantara ketiga cerita tersebut pun masih teringat jelas dimemori saya, malah ketika menuliskannya pun saya masih bisa merasakan kesedihan saya pada kasus kedua, atau bahkan mengingat betapa beraninya saya melawan cwe ngeheitzz kala itu yg memang rekor berantamnya tergolong tinggi.
Masa2 itu bagaimanapun tetap mengajarkan saya beberapa hal, yg dulu tak pernah terfikirkan. Semoga tak ada lagi kisah orang ketiga untuk saya, ya semoga πŸ™‚

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s