2013-2014 Part 2

Ketika tahun 2014 menyapa pun tak ada perubahan pada aktifitas saya, ada satu hal memang yg tak bisa saya tuliskan disini menyangkut alasan mengapa saya menanti dalam harap tanpa ada kejelasan. Orang mungkin mengira tak ada usaha saya mencari kerja toh memang begitu adanya tapi entah mengapa saya sudah tak terlalu memikirkan apa kata orang tentang saya sejauh apa yg saya perbuat tak menganggu mereka. Yap, sembilan bulan saya menanti tanpa hasil nyata, memang ada tawaran beberapa tapi entah kenapa selalu saya tolak, saya memang bodoh, tapi mungkin memang begitulah cerita untuk saya.
Sepanjang tahun 2014 memang hanya saya lalui dengan santai saja, malas-malasan di rumah, makan, tidur, menonton televisi, bermain handphone seharian, hanya itu-itu saja, apakah saya bosan? Jelas iya, tak bisa kemana pun, tak ada uang di dompet, pulsa pun sampai cengap baru terisi itu pun setelah bujuk rayu segala rupa, badan saya semakin ditiup kayak balon dan sekarang saya pusing sendiri belum bisa turun lagi beratnya -_-
Sampai pada akhirnya di akhir bulan Agustus ada seorang teman yg menawarkan pekerjaan, meskipun kali ini saya tak berminat dibidang tsb nyatanya saya tetap mencoba, yg membawa saya pada satu kota bernama Binjai, tapi Allah selalu punya rencana kan πŸ™‚
Tak ada tempat untuk saya, entah bersyukur atau sedih saya pun tak tau, bersyukur krna memang itu bukan bidang saya atau sedih karena orang tua harus kembali memikirkan saya. Kemudian saya tak ingin menjadi bodoh untuk kedua kalinya, saya mengirimkan lamaran ke hampir seluruh sekolah di kota Binjai, ke lembaga-lembaga bimbingan, bahkan saat ada yg menawarkan utk mengajar di TK pun hampir saya terima. Menanti kembali menjadi kegiatan saya, sampai ada tawaran dari seorang teman masa kuliah, menggantikan posisi sementara guru B. Inggris yg sedang cuti melahirkan di salah satu sekolah swasta di kota Medan. Setelah diskusi sana sini, pertimbangan ini itu, saya menerima tawaran tsb, pemikiran saya kala itu cukuplah waktu 3 minggu utk mengasah kembali kemampuan saya dibidang ini.

3 minggu saya lalui dengan bangun jam setengah 5 setiap harinya, menyiapkan sarapan sendiri, menunggu angkot saat yg lain masih ada yg terjaga, jarak Binjai – Petisah menjadi teman saya selama 3 minggu. Ya disini rejeki saya, beginilah jalannya. Saat saya tengah menjalani proses itu, lamaran ygΒ  saya layangkan nyatanya pun beraksi, saya menerima dua tawaran sebagai tentor B. Inggris di 2 lembaga berbeda, setelah tes sana sini, pilihan ada di tangan saya akan pilih yg mana, saya memilih tempat yg saya lebih merasa nyaman berada disana. Ya di tempat dimana sekarang saya mulai bekerja, tepat 3 minggu selesai tugas saya di Medan tepat setelah itu pula saya mulai bekerja di tempat yg sekarang. Allah mulai menunjukkan rencanaNya pada saya πŸ™‚

Di pekerjaan yg baru di masa awalnya saya yg sering hampir menangis dan ingin menyerah karena tak terbiasa denga spidol 3 warna, dengan materi yg wajib dikuasai membuat saya nyaris putus asa, tapi saya tak mau kalah begitu saja, mulai belajar lagi dari awal, mulai bertanya ini itu, alhamdulillah sampai sekarang saya masih nyaman disini dengan segala hal yg mengiringinya.
Di tahun ini pula saya mencoba tes CPNS utk pertama kalinya, ingin mencoba lokasi yg jauh tapi saya tersadar kebatasan saya yg tak sanggup perjalanan jauh, akhirnya saya memutuskan untuk mencoba di daerah yg terdekat saja Kab Serdang Bedagai. Di hari tes saya merasa biasa saja malah sempat terkekeh karena bertemu teman kuliah dan cerita ini itu. Hasilnya saya gak lulus donk dengan hanya kurang satu soal benar lg di aspek wawasan kebangsaan, 65 itu nilainya. Dengan total yg kata beberapa teman lumayan 336, twk 65, tiu 110 dan tkp 161, entah mengapa saya tak sedih, biasa aja.
Mungkin dikarenakan 2 tahun terakhir hidup sudah mengajarkan saya banyak hal πŸ™‚
Itu bukanlah rejeki saya, Allah selalu tau yg terbaik untuk hidup saya, rejeki saya tak akan pernah tertukar dengan yg lain jadi untuk apa saya risau.

Ya 2 tahun terakhir ini telah memberikan saya banyak pelajaran. Saya belajar bersabar, ikhlas, menerima serta bersyukur, karena Allah memang tak pernah tidur πŸ™‚ Bagi sebagian orang mungkin kisah saya tak sebanding dengannya, tapi tak apa, malah dari hal seperti ini saya mulai berfikir banyak hal, hidup saya mungkin akan lebih berwarna dari ini, atau mungkin akan lebih banyak hal menarik lainnya, apa pun itu insyaAllah saya bersedia πŸ™‚

Hidup memang tak pernah mudah, ada banyak hal yg membuat kita harus memilih untuk terus berjalan atau malah kalah.

*Penguhujung 2014

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s